Purwokerto - MTs Negeri 1 Banyumas melaksanakan kegiatan workshop dalam rangka meningkatkan kemampuan guru dalam penggunaan media pembelajaran interaktif dengan memanfaatkan teknologi digital yang diikuti oleh seluruh guru dan karyawan MTsN 1 Banyumas. Rabu (30/09)
Sebelum pemaparan materi dari narasumber, terlebih dahulu diisi dengan kemadrasahan yang disampaikan oleh Ali Nurdin selalu Kepala MTsN 1 Banyumas. Ia menyampaikan banyak informasi dan pengarahan seputar program madrasah.
Ali Nurdin juga menyampaikan pembinaan terkait dengan tugas dan tanggung jawab sebagai ASN Kementerian Agama serta perilaku dan sikap yang seharusnya dilakukan sebagai seorang guru baik di lingkungan madrasah maupun lingkungan masyarakat. "Sebagai ASN Kementerian Agama kita harus bisa menerapkan moderasi beragama, bagaimana cara pandang kita dalam pengamalan beragama sehari-hari, tidak ke kanan dan tidak ke kiri, diturunkan dengan mematuhi peraturan yang dilaksanakan di kehidupan sehari-hari," ungkap Ali Nurdin.
"Segala perilaku, tindak tanduk, etika dan sebagainya menjadi sorotan. Untuk itu saya berharap dalam kehidupan sehari-hari tetap berpedoman pada ajaran agama, menghargai dan menghormati kearifan lokal, hal yang baik di lingkungan masyarakat," tambahnya.
Ali Nurdin juga berpesan agar Bpk/Ibu guru selalu meningkatkan kemampuan dalam mengajar termasuk penggunaan teknologi untuk pembelajaran interaktif, "Mari kita tingkatkan mutu tenaga pendidik dan kependidikan melalui pembelajaran interaktif yang bisa diterapkan Bpk/Ibu semuanya dalam pembelajaran," ungkap Ali Nurdin.
Materi workshop terbagi dua sesi yaitu pembuatan Class Point untuk pembelajaran yang disampaikan oleh Tabah Setya Budi Hutama, S.Kom., dan penggunaan IA untuk membuat media pembelajaran yang menarik oleh Azzah Lutfiyah, S. Kom.
Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dari awal sampai akhir. "Walaupun agak sedikit rumit namun materinya sangat penting untuk peningkatan kualitas mengajar agar menarik dan lebih interaktif dengan para peserta didik," ungkap salah satu peserta.
Mami Suparmi selalu Waka Kurikulum berharap seluruh peserta bisa mengikuti workshop dengan penuh semangat dan sungguh-sungguh serta bisa menerapkan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas untuk peningkatan kualitas mutu pendidikan. (Ari/trm).